
Orang tua terdahulu banyak yang tidak pernah duduk dibangku sekolah tetapi kadang pandangannya tidak kalah dengan anak masa kini, meskipun telah menyandang titel S1 , S2 dan S3.
Tetapi mengapa orang tua kita tampaknya malah lebih baik, arif dan bijaksana?.............
*Mereka begitu kuat*
*Mereka sabar*
*Mereka tak pernah berkeluh kesah*
*Mereka selalu bersyukur*
*Mereka senantiasa berpikir positif*
SEBAB MEREKA.....,
*“Malempu”* (Jujur)
*“Dekna mangoa”* (tidak serakah)
"* Dekna cemburu (Tidak pernah iri)
*“Magetteng”* (tegas dalam kata, teguh dalam perbuatan). Is sangat cerdas membedakan e Yang ini pantas, yang itu tidak pantas saya lakukan.
*“Matanre siri”* (Malu jika melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya)
Pesan leluhur yang takkan pernah pupus. Tetapi saat ini ia tak hanya sirna dalam tekstual tapi menghilang di dunia kontekstual.
Peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa kita pada kehidupan yang tak lagi menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan sebagaimana yang telah diwariskan leluhur kita, padahal dunia mereka tak banyak disentuh dengan akademika ilmu pengetahuan.
Mengapa mereka *SUKSES* menjalani hidupnya?
Hidup mereka, (penuh berkah).
Orang tua kita memiliki anak yang banyak, bisa sampai 7, 10 bahkan mungkin lebih atau selusin…tapi mereka tetap sabar dan tak pernah mengeluh dengan keadaan. Tak pernah berpikir jalan pintas (shortcut) untuk mencapai sesuatu.
Filosofi * “Nasi dan garam,, bukan hanya sebatas kata melainkan benar-benar terwujud dalam kehidupan yang nyata. Itulah sebabnya mereka *“sukses”* menjalani kehidupan yang sesungguhnya, "tak ada apa-apanya” dibanding kehidupan hari ini yang serba *“wah”*.
*“Iyami ri ala sappo, getteng lempu na ada tongeng"* (Jadikan keteguhan, kejujuran dan ucapan yang benar sebagai pagar kehidupan).
*"Na resopa teng mangingngi na malomo na letei pammase dewata"*
( Usaha yang sungguh dan sabar adalah titian akan datangnya Rahmat Allah SWT).
*_Aja mu mangoa nasaba iyatu ngowae sapu ri pale cappa'na_*
(Jangan serakah sebab ujung-ujungnya kau akan kehilangan segalanya).
"* (Jangan mengambil sesuatu yang bukan hakmu)
Semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar