30 September 2020

Pelaku Yang Corat Coret Musalla Ditetapkan Sebagai Tersangka


Media Duta.com,- Tangerang - Satrio, 18 tahun, pelaku corat coret Musala Darussalam, Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kutajaya Kecamatan, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
Yang diduga melakukan aksi vandalisme itu karena motif keyakinan. "Motifnya dia meyakini apa yang dia lakukan itu sesuai dengan yang dia pelajari," ujar Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Ade Ary Sam Indardi di Pasar Kemis, Selasa malam 29 September 2020.

Ade Ary, tidak menjelaskan secara detail keyakinan apa yang dipelajari mahasiswa psikologi universitas swasta di Jakarta itu. "Dia belajar dari Youtube tapi ini masih kita dalami, tapi dia meyakini apa yang dilakukan itu benar."

Polisi menangkap Satrio setelah beberapa jam melakukan aksi mencorat-coret dinding tembok dan lantai musala. Ia menulis dengan cat hitam: “saya kafir, anti Islam, anti khilafiyah, tidak ridho'. 

Coretan itu diketahui Rifki Hermawan, 18 tahun, ketika hendak adzan Ashar dan mendapati musala sudah dalam kondisi acak-acakan.

Selain corat-coret di dinding dan lantai, Rizki menemukan lembaran kitab Alquran disobek dan sajadah digunting. Melihat kondisi seperti itu Rizki mengurungkan azan dan melaporkannya kepada Samsu Firman, 49 tahun, dan Suhadi, 48 tahun.

Mereka bertiga “mengamankan” barang bukti, tak berapa lama petugas Polsek Pasar Kemis datang, kemudian musalla dibersihkan sehingga salat Magrib bisa dilaksanakan.
 "Kami menerima laporan warga pukul 16.00 dan pukul 19.30 pelaku ditangkap," kata Ade.

Ade mengatakan Satrio ditangkap berdasarkan keterangan saksi-saksi yang melihat mahasiswa itu keluar dari Masjid.

29 September 2020

Menteri Agama RI Sampai Saat Ini Masih Isolasi di RS


Media Duta com, - Beginilah kondisi terkini Menteri Agama Fachrul Razi saat ini setelah 2 pekan lalu dinyatakan positif covid 19.
Kabar terbaru menteri Agama diungkap oleh Kevin Haikal Staf Khusus Menag.
Menag Fachrul Razi yang saat ini masih menjalani proses perawatan dan isolasi di rumah sakit dalam keadaan stabil tanpa keluhan berat.

Terhitung dari 17 September, proses isolasi telah berjalan 12 hari.
"Kondisinya masih stabil. Proses isolasi dan perawatan masih berlanjut di rumah sakit," ujar Staf Khusus Menag Kevin Haikal.
"Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar Menag segera sembuh dan negatif Covid," lanjutnya.
48 Orang Jalani Swab Tes
Jubir Kemenag Oman Fathurrahman menuturkan, ada 48 orang yang dinilai pernah melakukan interaksi dengan Menteri Agama Fachrul Razi dinyatakan positif Covid-19 pada 17 September 2020.
Sehubungan itu, Kemenag melakukan penelusuran kontak (contact tracing) terhadap orang-orang tersebut.
"Kita sudah melakukan tracing. Total ada 48 orang yang dinilai pernah berinteraksi dengan Menag. 
Mereka sudah dites swab dan semua hasilnya negatif," terang Jubir Kemenag Oman Fathurrahman diketerangannya, Selasa (29/9/2020).
Oman memaparkan, selain anggota keluarga, mereka yang diswab adalah jajaran pimpinan Kementerian Agama, termasuk Wamenag, Staf Ahli dan Staf Khusus.
Sejumlah Dirjen dan Direktur, Sekretaris Menteri, serta tim protokol dan humas yang melekat dalam kegiatan Menag.
"Total ada 32 orang," jelas Oman.
Kemudian, tracing dan swab juga dilakukan untuk sejumlah pejabat Kanwil Kemenag NTB dan UIN Mataram.
Lantaran, sebelum dinyatakan positif Covid-19 Menag melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat.
"Ada 16 orang hasil tracing. Semua sudah dilakukan tes swab dan hasilnya negatif," ujar Oman.
Selain itu, mekanisme tracing juga dilakukan secara mandiri oleh para pihak yang melakukan kontak dengan Menag selama kunjungan kerja di NTB, seperti Gubernur NTB dan Tuan Guru Turmudzi, dan sejauh ini hasilnya negatif.



Mellya Juniarti Mandiri Jadi Perempuan Kuat


Jakarta Media Duta.com, - Mellya Juniarti, sudah sembilan bulan diceraikan UAS atau Ustad Abdul Somad setelah menikah pada 2008. 

Sejak Desember tahun lalu, ia hidup bersama anak semata wayangnya, Mizyan Hadziq Abdillah, bocah tujuh tahun.

 Ia kerap membagi hidupnya yang bahagia bersama Mizyan melalui foto dan video di akun Instagramnya.

Paling anyar, ia membagi video kakinya berjalan sendirian di atas conblok dengan langkah berirama. Mellya ingin menunjukkan, ia adalah perempuan kuat dan mampu bangkit dari keterpurukan. 

"Berdirilah di atas kaki sendiri untuk menjadi wanita kuat dan mandiri karena tak ada tempat yang paling kuat untuk berdiri selain kakimu sendiri," tulisnya di atas video itu, Selasa, 29 September 2020.

Mellya Juniarti diputus bercerai pada 3 Desember 2019 setelah gugatan dilayangkan Abdul Somad. UAS menyatakan masalah dengan Mellya sudah berlangsung empat tahun bahkan sebelum namanya viral.

Untuk memperkuat alasannya menggugat cerai, UAS beralasan sudah berusaha mempertahankan pernikahan dan bertindak sebagai kepala keluarga yang baik, terutama dalam mendidik Mellya. 

Tapi menurutnya, Mellya tidak berubah. Tuduhan yang menyudutkan inilah membuat Mellya mendapatkan dukungan dari banyak perempuan.


UAS dan Mellya Juniarti menikah pada 20 Oktober 2012 dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki. Keduanya telah berpisah secara hukum Islam pada Mei 2016. instagram.com/mizyanhadziq

Perempuan yang menetap di Bangkinang, sekitar 60 kilometer dari Pekanbaru itu tinggal sederhana dengan Mizyan. Di balik tutur bahasanya yang lembut, ia adalah perempuan kuat.

 Sekuat tenaga, ia bekerja untuk kehidupannya berdua dengan Mizyan dan menjadi orang tua tunggal bagi putranya yang bercita-cita menjadi hafiz atau penghapal Al Quran ini.

Mellya menerima pesanan rendang bikinannya sendiri. Mantan bidan ini juga menerima pesanan baju muslim. Tak ada kata menyerah baginya.

Pada unggahan pertengahan Agustus lalu, ia menuliskan hanya Tuhan tempat bergantung harap. Di sanalah ia berkeluh kesah saat penat dirasakan usai berusaha kuat di depan putranya.

 "Merdeka itu ketika kau hanya bergantung harap dan ridho pada DIA sang Pencipta. Bukan pada apa-apa yang DIA cipta. Percayalah di sana kau akan temukan bahagia yang sebenar nyata," tulisnya.

Di kesempatan lain, ia pernah mengunggah video berupa tugas prakarya putranya di Instagram Storynya. Di video itu, putranya diminta mengumpulkan foto kedua orang tuanya.

 Mellya dengan ikhlas merekam tugas putranya yang memajang foto UAS, Mellya, dan dirinmya sendiri. "Jangan baper, ini tugas sekolah anak," tulisnya di video itu untuk mengantisipasi kesalahpahaman yang muncul.

Pemimpin Yang Dikagumi Rakyat Marbo Malah Dimutasi Kepulau Tanakeke


Takalar Media Duta.com,– Kurang lebih empat tahun memimpin kepala wilayah kecamatan Mangarabombang Mappaturung S,Sos, yang dikenal sosok pemimpin merakyat ramah kepada warga dilengser kepulauan Tanakeke

Riak-riakan yang dilakukan masyarakat Marbo kembalikan CAMAT kami, bukan hanya itu tapi masyarakat Marbo pun menyegel kantor camat, jalan masuk kantor camat dan rujab camat, dengan bertulisan ” kami tolak camat baru, kembalikan Camat Kami”

Salah satu perwakilan warga Marbo Kamal Raja Muda dikonfirmasi mengatakan bahwa Mappaturung S,sos adalah pemimpin yang sangat luar biasa yang disarasakan oleh masyarakat Marbo.

” Selama menjabat camat di marbo, baik dari segi pelayanan beliau pun mampu menyelesaikan bermasalahan, dan beliau tidak mengenal lelah di segi pelayanan kepada masyarakat disiang malam, harunya Kamal, 29/09/20

Selain itu kami minta kepada Bapak Bupati yang terhormat yang selalu mengambil kebijakan, kami tau itu hak bapak, tapi perluh diketahui bahwa selama Mappaturung menjabat Camat, wilayah kami khususnya kecamatan Mangarabombang aman.

Sama yang diungkapkan daeng silele warga Marbo, kalau camat kami tidak dikembalikan maka kami masyarakat Marbo adakan aksi unjuk rasa besar-besaran.

” Kami akan gelar unjuk rasa besar-besaran, yang pertama Menolak KBN, dan ini mungkin pak bupati yang terhormat mengingkan masyarakatnya bergejolak.(*)

Mutasi Camat Marbo Berujung Penyegelan Kantor Camat Mangarabombang


Takalar Media Duta.com, – Satu minggu terakhir ,Hampir semua elemen di Kabupaten Takalar ramai membicarakan soal Hak interpelasi, Berita soal Mutasi dilingkup pemerintahan kabupaten Takalar

Direktur LSM Pasir Putih Baim bahwa dalam ramainya jadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat maupun sosial media tentang Hak interpelasi DPRD kepada Bupati Takalar.
Terkait berita mutasi ada yang menduga bahwa mutasi tersebut bagian dari dampak issu interpelasi yang sedang berkembang

” Dan yang paling terkini adalah Mutasi camat Marbo yang berujung pada penyegelan kantor camat Marbo, ucap Direktur LSM Pasir Putih, 29/09/20

Lanjut Baim Terkait dengan Mutasi
Ya, kita tahu bahwa itu hak Prerogatif Bupati Takalar, Namun haknya juga masyarakat untuk bereaksi atas sebuah aksi yang telah terjadi.
Tidak ada yang tahu entah sampai kapan penutupan kantor camat ini baru bisa dibuka kembali.

Namun disisi lain menurut Baim, ada hal yang HIDDEN yang jangan sampai luput dari penalaran teman-teman, yakni soal Kawasan Berikat Nusantara (KBN)

” Ingat Teman -Teman jangan sampai kita sibuk memperhatikan soal interpelasi dan mutasi sementara disisi lain Soal KBN tetap berjalan mulus dan ini hanya bagian dari cara untuk Mengalihkan Perhatian baik Media, LSM, Mahasiswa maupun masyarakat secara umum yang ada di Marbo, Tuturnya

Tambah” Oke kita sepakat bahwa kita tidak rela camat Marbo dimutasi ke tempat lain karena yang belum tentu kita mendapat camat yang minimal sama dengan beliau kepeminannya, namun hal terpenting lagi adalah KBN

” Mengapa KBN kita tolak?
Karena KBN bisa jadi hari ini hanya
Membeli Tanah kita namun esok hari bisa jadi membeli kebenaran, karena ketika kebenaran telah dibeli disitulah kita akan menangis terisak, menangis sejadi-jadinya sampai kita tak punya daya apa-apa lagi.
Olehnya itu kita seharusnya seia, sekata ” TOLAK KBN” di Kecamatan Mangarabombang.Tegas direktur LSM Pasir Putih.(Arsyadleo)

28 September 2020

Senyuman Dapat Kebahagiaan Dan Memperindah Persabahatan


*SENYUMAN* adalah
tempat *ISTIRAHAT* bagi yang *KELELAHAN*,
*CAHAYA* bagi yang *PATAH SEMANGAT*,
*MATAHARI* bagi yang *BERSEDIH* dan
*KARUNIA ALAM* terbaik untuk mengatasi *KESULITAN*.

*SENYUMAN* _tulus_ tidak bisa _diminta, dibeli, dipinjam_ atau _dicuri_.

*SENYUMAN* _tulus_ diberikan dengan _kerelaan hati_.

Kadang orang" di sekitar kita terlalu _lelah_ untuk memberi *SENYUMAN*
tidak ada salahnya kalau kita yang _terlebih_ dahulu *TERSENYUM* kepada mereka, karena *SENYUMAN* itu sungguh _menular_.

*TERSENYUM* adalah satu lagi *berkah* yang dapat kita _berikan_ bagi sesama kita.

Memang tidak mudah untuk *TERSENYUM* ketika kita baru saja mengalami kejadian yg tidak *menyenangkan*, tapi jika kita melakukannya, segala sesuatu menjadi lebih *indah* dan *menyenangkan*

*TERSENYUMLAH* dalam menyambut pagi yang _indah_ ini, *percayalah*, semua terasa akan lebih *CERIA*
..

Jenderal TNI Purn.Gatot Nurmantio Diminta Turun Dari Panggung Acara KAMI

Surabaya Media .com,- Acara Silaturahim Akbar "Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia" (KAMI) menuai penolakan dari ratusan massa yang mengatasnamakan ‘Surabaya Adalah Kita’.

Bentuk penolakan tersebut nampak dengan gelaran aksi unjuk rasa di depan Gedung Juang 45, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Senin (28/9).

Dari info yang ada, acara KAMI yang berlangsung di Jatim ini mengusung tema Mengantisipasi Bangkitnya Komunisme Gaya Baru’. 
Adapun acara tersebut hadirkan tiga pembicara, Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo, Prof Din Syamsudin dan Prof Rochmat Wahab.

Kapolsek Sawahan Surabaya, AKP Wisnu Setiyawan Kuncoro di lokasi menyampaikan, tidak ada acara KAMI Jatim di Gedung Juang 45, pihak penyelenggara harusnya memperhatikan kelayakan bangunan.

“Lah ini kan kegiatan yang jelas mengumupulkan massa harusnya diperhitungkan bagaimana protokol kesehatannya. Apalagi acara ini juga tidak ada izin,” tegas Wisnu saat dikonfirmasi.

Nampak di depan Gedung Juang 45 tersebut dipadati massa yang bertahan seakan siap memblokade.


Dari informasi yang diterima, pihak penyelenggara dan pembicara belum nampak di lokasi. Gatot Nurmantyo pun masih berada di Jabal Nur, Jalan Jambangan Surabaya.

Namun, selang beberapa waktu kemudian rombongan Gatot Nurmantyo datang dan dirinya sempat berpidato diatas panggung, dan anggota Intel Polda Jatim, meminta Gatot untuk turun.

Melihat hal tersebut, anggota KAMI langsung tarik ulur oleh anggota Intel. Saat itu, mantan Panglima TNI itu masih memberikan ceramah. Namun, Wadirintel Polda Jatim, AKBP Iwan Kurniawan meminta, Gatot untuk segera turun.

Untuk menghormati pihak kepolisian, Gatot meminta acara silaturahmi Akbar yang dihadiri puluhan orang tersebut untuk dihentikan.
 Gatot pun akhirnya meninggalkan tempat acara. Sedangkan diluar gedung ratusan massa yang menolak KAMI terus berorasi dan meminta acara segera dibubarkan.

Atas pembubaran acara tersebut Gatot Nurmantyo menegaskan sebagai warga negara dirinya tunduk sebagai warga negara dan tunduk pada aturan yang berlaku.

"Jika memang dibubarkan polisi ya kita harus patuh. Acara ini sebenarnya silaturahmi dengan para tokoh,"terangnya.

Di gelaran ini, nampak para pengunjung masih tak mengindahkan protokol kesehatan disaat masa pandemi COVID-19 masih meninggi di Indonesia. (Andika)

Gelar Konser Dandut Wakil Ketua DPRD Tegal Jadi Tersangka

Media Duta.com, - Konser dangdut yang diadakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmada Edi Susilo, berujung ke ranah hukum karena digelar di tengah pandemi virus corona (COVID-19). 
Acara tersebut dihelat di lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal, Rabu (23/9) malam dan dipenuhi oleh ribuan warga.

Pihak kepolisian pun kini telah menetapkan Edi sebagai tersangka. "Ya sudah, tadi sore gelar perkara dan kesimpulan gelar menaikkan tersangka," jelas Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono, Senin (28/9).

Tersangka dinilai telah melanggar ketentuan dalam pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Ia pun terancam hukuman penjara selama satu tahun.

Meski berstatus sebagai tersangka, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal tersebut tidak ditahan. Pasalnya, ancaman hukuman penjaranya hanya satu tahun.

Senada dengan Argo, Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo juga menjelaskan bahwa Edi dijerat dengan UU Kekarantinaan Kesehatan karena menggelar hajatan di tengah pandemi corona. 
"Tersangka melaksanakan hajatan pernikahan dan khitanan serta ada hiburan yang dihadiri ribuan orang tanpa memperhatikan protokol kesehatan dan tidak mengindahkan peringatan yang diberikan oleh petugas yang berwenang," ungkap Rita.

Sebelumnya, Rita telah mengungkapkan bahwa proses pengusutan perkara ini awalnya berdasarkan aduan yang dibuat oleh internal kepolisian, atau laporan polisi (LP) Tipe A.
 "Dasar awalnya, adanya informasi yang masuk dari viralnya berbagai media yang menunjukan bahwa ditemukannya atau tidak ditaatinya protokol kesehatan. Sehingga kemudian melakukan upaya penyelidikan," terang Rita.

Sementara itu, Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno juga telah dicopot dari jabatannya terkait kasus ini. 
Diketahui, Joeharno membiarkan kegiatan konser dangdut tersebut tetap berjalan dengan alasan Polsek Tegal Selatan tak memiliki cukup kekuatan untuk membubarkannya.

"Tidak berani menutup paksa mengingat kami dari Polsek tidak mempunyai kekuatan yang signifikan," kata Joeharno beberapa waktu lalu. "Alasan kedua tidak elok rasanya kami naik panggung menghentikan paksa.(*)

27 September 2020

Kades Botto Dan Sekretaris TPK Desa Botto Tersangka Dana Desa


Wajo Media Duta.com, - Aparat kepolisian Polres Wajo menetapkan Kepala Desa (Kades) Botto, Ambo Asse dan Sekretaris Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Botto, Faisal sebagai tersangka korupsi dana desa tahun 2017-2018, Kamis (24/9/2020).

Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam menjelaskan, keduanya ditetapkan tersangka korupsi atas proyek pembangunan fisik dan program pemberdayaan masyarakat yang dinilai tidak sesuai dengan RAB dan petunjuk teknis, sehingga menimbulkan kerugian negara .
Dalam penyelidikan kasus ini, Muhammad Islam meminta tipikor bekerja secara teliti dan cermat untuk mengevaluasi kelemahan yang akan dimanfaatkan tersangka melakukan praperadilan.

"Dalam proses penyidikan Tipikor, tidak serta merta bisa dengan waktu yang singkat bisa selesai.
 Asas ketelitian, kecermatan dan pembuktian hasil audit yang kita utamakan sehingga tidak ada celah bagi tersangka untuk praperadilan atau kelemahan berkas perkara itu sendiri," jelasnya.

Saat ini, berkas kasus dugaan korupsi Kades Botto telah rampung. 
Kepolisian akan segera melakukan proses penyerahan tersangka dan barang bukti dari pihak penyidik kepolisian kepada pihak kejaksaan.

"Hari ini tahap ll ke kejaksaan dengan syarat dirapid terlebih dahulu," tandasnya. (luq)


Tausiah Abdul Somad Membuat Banyak Jemaah Terharuh Dan Menangis


Media Duta.com, - Puluhan anggota kepolisian Polresta Bandar Lampung dan personel TNI menjaga Ustaz Abdul Somad saat memberikan tausiah di Masjid Urip Sumoharjo, Jumat (25/9) malam.

 UAS yang mengenakan baju hijau dengan kopiah bernuansa tapis Lampung, dengan semangat memberikan tausiah ke ratusan jemaah. Belajar dari musibah yang menimpa Syekh Ali Jaber saat siar agama beberapa waktu lalu di Bandar Lampung. 
Penyelenggara dan aparat mengawal UAS. Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Antar Bacalon Pilkada Bukittinggi, Sempat Singgung soal Pancasilais Petugas mengamankan jalannya kajian umum yang dimulai selepas isya itu. 

Tampak banyak jemaah meneteskan air mata saat UAS berpesan untuk seluruh petugas medis, baik itu perawat, dokter, dan lainnya untuk selalu kuat dan tabah dalam berperang melawan penyakit mematikan.

 “Allah memuliakan manusia yang bisa membantu menyehatkan tubuh manusia lainya," kata UAS dalam doanya seperti dilansir dari Radarlampung.

 "Ini adalah suratan takdir, wahai pasien yang sedang sakit semoga Allah SWT segera mengangkat penyakitmu, meleburkan dosa-dosamu,” imbuh UAS dalam doanya seperti dilansir dari Radarlampung.

 Eti (39), salah satu jemaah mengaku begitu terharu bisa mengikuti kajian yang diisi UAS.(*)

Unjuk Rasa Mahasiswa Wajo Berakhir Bentrok Petugas Kepolisian


Wajo Media Duta.com, - Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) bersama sejumlah masyarakat Kecamatan Keera dan Pitumpanua berakhir bentrok dengan aparat kepolisian, Sabtu, (26/9/2020). 
Jalan poros nasional Trans Sulawesi lumpuh selama kurang lebih tiga jam lamanya. Kordinator Aksi, Syaifullah AM menjelaskan, aksi unjuk rasa AMIWB yang berlangsung di jalan poros nasional, di Kecamatan Keera, bersama seluruh masyarakat Keera dan Pitumpanua, sejak awal berjalan .
Dalam aksi tersebut masyarakat menuntut UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Walannae, Dinas Provinsi Kehutanan Sulsel, untuk mencabut patok kawasan hutan lindung di tanah masyarakat.

Namun aksi itu dinilai aparat kepolisian telah mengganggu arus lalu lintas di jalan poros nasional, sehingga aparat kepolisian mengambil langkah membubarkan paksa massa aksi dengan menembakkan gas air mata. 
Massa aksi yang tidak terima membalas tembakan polisi dengan menghujani aparat kepolisian dengan batu.

"Kami sangat sayangkan tindakan agresif pihak kepolisian, seharusnya aparat membuka komunikasi kepada massa aksi, namun itu tidak dilakukan. Apa yang salah dari kami, masyarakat hanya menuntut haknya," jelasnya.

Menurut Syaifullah, dalam orasinya mengatakan jumlah tanah masyarakat yang katanya masuk kawasan hutan lindung berjumlah kurang lebih 700 hektar, di tiga desa di dua kecamatan yakni Keera dan Pitumpanua.

Kawasan yang dimaksud kata dia, berada di Desa Awo, Desa Simpellu, Desa Lompobulo, dan Desa Abbanderange. Masyarakat setempat telah menggarap tanah miliknya itu selama kurang lebih 40 tahun lamanya.

"Masyarakat punya sertifikat tanah, kok tiba-tiba diklaim dan dipatok tanpa ada pemberitahuan. Kami hanya mempertahankan hak kami. 
Kami juga menilai pemerintah daerah tutup mata, dan tak mau ambil pusing dengan kejadian ini," ungkapnya. (agn)

Daftar Nama Pejabat Pemprov. Yang Dilantik Pjs. Bupati Di Sulsel


Media Duta.com,-  Gubernur Sulawesi Selatan melantik  tujuh  Pjs. Bupati -di-7-daerah Kabupaten di Sulawesi Selatan adalah sebagai berikut:
1. Asisten 1 Bidang Pemerintahan *Andi Aslam Patonangi*
= Bupati Gowa

2. Kepala Kesbangpol *Asriadi*
= Bupati Selayar

3. Kepala DPMPTSP *Jayadi Nas*
= Bupati Luwu Timur

4. Staf Ahli Gubernur *Iqbal Suaeb*
= Bupati Luwu Utara

5..Kepala Biro Umum *Idham Kadir*
= Bupati Soppeng

6. Kepala BPSDM Sulsel *Asri Sahrun Said*
= Bupati Tana Toraja

7. Kadiskominfo *Amson Padolo*
= Bupati Totaja Utara.

26 September 2020

Hakim Muda Meninggal Dunia Terpapar Virus Corona


Makassar Media Duta.com, - "Bismillah, ini hari kedua sejak istriku dimakamkan di Pemakaman Khusus Covid di Macanda, Gowa, Sulawesi Selatan. Setelah pemakaman di malam itu, aku kembali lagi ke rumah isolasi mandiri. 
Inilah tulisan Ihsan Harahap Daeng Rate (28 tahun) di akun twitternya yang ramai menyentuh hati netizen.
Hingga Sabtu (26/9/2020) pagi ini, tulisan sudah dibagikan hingga 13 ribu kali.
Curhat menyayat hati seorang suami yang baru saja kehilangan istri tercinta karena Covid-19.
Amirah Lahaya seorang hakim. Usianya masih muda namun pergi selamanya karena Covid-19
Almarhumah Amirah Lahaya bukan hanya sekedar istriku. Amirah adalah guruku.
Orang yang membuat pribadi dan hidupku jauh lebih baik. Dalam hidupnya, tidak pernah sekalipun ia tidak mendukungku.
Ia menyemangatiku, mendoakanku, mencita-citakan kebaikan untukku, menjaga nama baikku.
Amirah, aku sudah ikhlaskan semua yang ditetapkan Allah SWT atas hidupmu dan keluarga kecil kita.
 Sebagaimana dulu nasehat yang selalu kau ulang sewaktu kita mendayung bahtera di samudera kehidupan. "Ikhlaskan, kanda," demikian nasehatmu, memanggilku dengan sapaan favoritmu.
Beberapa jam menjelang kepergianmu, kamu masih sempat menghubungiku, meminta untuk mengikhlaskan keadaanmu yang telah seminggu terbaring. Aku iyakan, aku ikhlaskan, agar hatimu damai.
Hari itu, tak pernah kusangka, perjanjianmu dengan Allah SWT sudah sampai di penghujungnya.
Kini engkau sedang menuju sebuah kampung, di mana aku dan Aruna serta semua manusia akan tiba waktunya juga untuk turut berangkat ke sana.
 Kampung itu adalah kampung Akhirat. Allah ternyata sudah sangat rindu untuk memelukmu, Amirah.
Selamat jalan Amirah. Engkau mati satu kali, namun hidup selamanya.
Dari aku yang selalu bangga pernah hidup denganmu. Muhammad Ihsan Harahap Daeng Rate.
Gowa, Jumat (25/09/2020)
Dalam ingatan istriku,
Amirah Lahaya
(Selasa, 21 Februari 1989 - Rabu, 23 September 2020)
____
Mohon doanya untuk Aruna Zakiyah Ihsan. Putri kami yang baru berusia 16 bulan.
Semoga Aruna tumbuh menjadi anak yang sehat, salehah, cerdas, dan bermanfaat untuk orang banyak
Tepat 7 hari lalu, Jumat (18/09/2020), saat masih di-opname di RS non-covid, kamu ingin menonton adegan ketika Zainuddin dan Hayati berbincang di akhir film, di mana Hayati membacakan surat perpisahannya.
Seolah itu pesanmu sendiri kepadaku bahwa sebentar lagi kita akan berpisah.
Kita selesai menonton film itu pada pukul 10.00 pagi. Tidak lebih dari 15 menit kemudian, dokter menelfonku, aku terisak.
 Aku sengaja mengambil jarak darimu. Dokter mengatakan hasil swab kemarin positif. Di sanalah Allah memberikan tanda kepergianmu.
Siang hari menjelang sore, kamu dipindahkan ke RS Sayang Rakyat, 1 dari 3 RS di Sulsel yang khusus menangani covid. Ingatkah kamu, kita berangkat pukul 15.10?
 Itulah saat terakhir kali aku mendampingimu di dalam ambulans.
 Sesampai di RS, kita berpisah. Aku diminta isolasi mandiri.
Esoknya, Sabtu (19/09/2020), dokter mengabariku bahwa kamu harus dipindahkan ke ICU. Memang kadar trombosit, leukosit, dll, dalam darahmu terus turun semenjak diopname di RS sebelumnya.
Tubuhmu berjuang melawan virus itu. Engkau selalu mengabariku meski sakitmu semakin parah.
Esoknya, Sabtu (19/09/2020), dokter mengabariku bahwa kamu harus dipindahkan ke ICU. 
Memang kadar trombosit, leukosit, dll, dalam darahmu terus turun semenjak diopname di RS sebelumnya.
Tubuhmu berjuang melawan virus itu. Engkau selalu mengabariku meski sakitmu semakin parah.
Namun kondisimu terus menurun. Senin berlalu, selasa berlalu.
Rabu datang, dan kamu telfon aku baik-baik, meminta izin untuk dipasangkan ventilator karena saturasi oksigen di tubuhnya tinggal 74%. Kubaca di internet, saturasi untuk tetap hidup minimal 95%.
Dokter menelfonku bahwa setelah dipasangi ventilator, saturasinya naik ke 90%. Beberapa menit kemudian, dokter memberitahu lagi, saturasinya turun sedikit demi sedikit. Aku diminta berdoa.
Tidak berapa lama, seorang perempuan menelfonku, dia perawat di ruangan ICU. "Ibu sudah tidak ada, pak". Di situlah duniaku tiba-tiba gelap, langit runtuh, tanah yang kupijak amblas ditelan bumi.
Aku diminta datang segera ke RS Sayang Rakyat. Di sana sudah ada ibumu, ayahmu, adik, dan pamanmu. Aku harus kelihatan tegar di depan mereka.
 Meskipun separuh jiwaku, yaitu Amirah, sudah dipanggil ke haribaan-Nya.
Sebagai seorang suami, aku ingin melaksanakan wasiatmu: dibersihkan jenazah dan disalatkan. Aku membawa pakaian ganti, dan tim dokter dan perawat memakaikanku APD selama 30 menit.
Ketika APD-ku telah terpasang dengan rapat, perawat yang mendampingi memegang pundakku sebelum masuk ke ruang pemulasaran jenazah. Aku berusaha tegar.
 Aku tidak boleh menangis di depanmu. Sedihku tak terbayang di hati, namun aku tak mau menangis.
Di ruang itulah, aku melihatmu kembali. Wajahmu tidak berubah, tiada beda seperti ketika aku membuka pintu kamar tidur kita dan melihatmu tertidur bersama Aruna, ketika engkau masih hidup.
Berlapis-lapis kain disiapkan, dengan disinfektan berkali-kali. Aku bangga karena aku menunaikan wasiatmu. Tanganku sendirilah yang membersihkan jenazahmu, membelai wajahmu terakhir kali.
Setelahnya, aku dan para perawat membungkus jenazahmu. Amirah, kamu cantik dan selalu tersenyum seperti saat hidupmu. 
Tak terasa, proses mengkafanimu telah selesai. Aku memimpin salat jenazah. Pintu dibuka sedikit, agar keluargamu bisa ikut salat 25 meter di belakang sana.
setelahnya, aku dan para perawat membungkus jenazahmu. Amirah, kamu cantik dan selalu tersenyum seperti saat hidupmu.
 Tak terasa, proses mengkafanimu telah selesai. Aku memimpin salat jenazah. Pintu dibuka sedikit, agar keluargamu bisa ikut salat 25 meter di belakang sana.
takbir kedua, kubaca salawat Nabi. Teringatlah aku kembali, dirimu yang sering memintaku bersalawat dengan suara yang terdengar. 
Engkau sering memintaku bersalawat saat hatiku tak tenang. Takbir kedua itu kuhayati dengan harapan agar kau diberi syafaat di Padang Mahsyar kelak.
Takbir ketiga, kumohonkan ampunan Allah untukmu. Allahummaghfirlaha warhamha waafiha wa'fuanha. Ya Allah, ampunilah, sayangilah, selamatkan, dan maafkan semua kesalahan istriku!
Takbir keempat, kututup doa yang diajarkan Nabi: Ya Allah, janganlah engkau meluputkan kami akan pahalanya, jangan tinggalkan fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami, dan ampunilah dia. Kututup dengan salam dan doa untukmu.
Tim Satgas pun datang, bersama ambulan, dan kendaraan pengawal. Mereka menaikkanmu ke sana, dan menungguku selesai mandi, bersih2, dan proses lainnya, agar bisa ikut mengantarkanmu ke tempat terakhirmu di dunia.
Pukul 22.30, berangkatlah kita menuju Pemakaman Pemprov Sulsel di Macanda, Gowa. Di sana, dibuka tanah baru untuk kompleks pemakaman khusus covid.
Di gerbang pemakaman, sesuai protokol, di sana kita berdoa, tepat di luar ambulans di mana engkau terbaring.
Ustaz Azizi, masih kuingat namanya, yg memimpin doa untk keselamatanmu. Hingga Jumat tadi Pesantren Gontor, kantor, & beberapa masjid pun turut tunaikan salat gaib untukmu
Selamat jalan istriku. 
Aku dan Aruna ikhlas menerima semuanya, seperti ajaranmu kepadaku semasa hidupmu yang indah itu. Cintamu yang suci telah mengubah hidupku. Selamat jalan bidadari surgaku.
 Insyaallah engkau syahid karena berpulang oleh wabah. Sampai jumpa lagi di alam sana!(*)

Tidak Ada Artinya Merayakan Kemenangan Diatas Kehancuran


Media Duta.Com,- Presiden Jokowi berpidato di sidang PBB pada Selasa (23/9/2020) malam waktu New York, Amerika Serikat.
Sidang majelis PBB digelar secara virtual akibat pandemi Covd-19. Dikutip dari Kompas.com, pidato Presiden Jokowi yang ditampilkan adalah hasil rekaman yang sudah dibuat terlebih dulu.
"Memberikan pidato dari tapping. Kan sekarang kondisi Covid-19," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono saat dihubungi, Selasa (22/9/2020).
Heru menyebutkan, Presiden Jokowi mendapat urutan ke-19.. Pidato Jokowi akan diputarkan pada hari pertama Sidang Umum PBB, yakni pada 22 September pukul 20.30 waktu New York atau pukul 23 September pukul 07.30 Waktu Indonesia Barat.
Tahun ini merupakan tahun pertama Jokowi berpidato di Sidang Umum PBB sejak ia menjabat Presiden pada 2014.
Sejak lima tahun terakhir, Jokowi selalu mendelegasikan tugas itu kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun, kali ini Jokowi tidak mengutus Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Berikut ini naskah lengkap pidato Jokowi dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB:

Yang Mulia 
Presiden Majelis Umum PBB, Yang Mulia Sekretaris Jenderal PBB, Yang Mulia Para Pemimpin Negara-negara Anggota PBB, Tahun ini genap 75 tahun usia PBB.
 75 tahun yang lalu PBB dibentuk agar perang besar, Perang Dunia II, tidak terulang kembali. 
75 tahun yang lalu PBB dibentuk agar dunia bisa lebih damai, stabil, dan sejahtera. Karena perang tidak akan menguntungkan siapa pun.
Tidak ada artinya sebuah kemenangan dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi terbesar di tengah dunia yang tenggelam.
Pimpinan sidang yang terhormat, Di usia PBB yang ke-75 ini kita patut bertanya, apakah dunia yang kita impikan tersebut sudah tercapai? Saya kira jawaban kita sama: belum.
Konflik masih terjadi di berbagai belahan dunia. Kemiskinan dan bahkan kelaparan masih terus dirasakan. 
Prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional kerap tidak diindahkan, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.
Kita semua prihatin melihat situasi ini. Keprihatinan kita menjadi semakin besar di saat pandemi Covid-19 ini.
Di saat kita seharusnya kita semua bersatu padu, bekerja sama melawan pandemi, yang justru kita lihat adalah masih terjadinya perpecahan dan rivalitas yang semakin menajam.
Padahal, kita seharusnya bersatu padu selalu menggunakan pendekatan win-win pada hubungan antar-negara yang saling menguntungkan.
Kita tahu dampak pandemi ini sangat luar biasa, baik dari sisi kesehatan maupun sosial ekonomi. Kita juga paham, virus ini tidak mengenal batas negara. No one is safe until everyone is.
Jika perpecahan dan rivalitas terus terjadi maka saya khawatir pijakan bagi stabilitas dan perdamaian yang lestari akan goyah atau bahkan akan sirna. Dunia yang damai, stabil, dan sejahtera semakin sulit diwujudkan.
Yang mulia,
Tahun ini Indonesia juga merayakan kemerdekaan yang ke-75 tahun. Dan sudah menjadi tekad kami, Indonesia terus berkontribusi bagi perdamaian dunia sesuai amanah konstitusi.
Indonesia akan terus memainkan peran sebagai bridgebuilder, sebagai bagian dari solusi. Secara konsisten, komitmen ini terus dijalankan Indonesia, termasuk saat Indonesia duduk sebagai anggota Dewan Keamanan PBB.

Spirit kerja sama akan selalu dikedepankan Indonesia, spirit yang menguntungkan semua pihak tanpa meninggalkan satu negara pun. 
Persamaan derajat inilah yang ditekankan oleh bapak bangsa Indonesia, Soekarno, Bung Karno, saat Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 yang menghasilkan Dasasila Bandung.
Hingga kini, prinsip Dasasila Bandung masih sangat relevan, termasuk penyelesaian perselisihan secara damai, pemajuan kerja sama, dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Palestina adalah satu-satunya negara yang hadir di Konferensi Bandung yang sampai sekarang belum menikmati kemerdekaannya. Indonesia terus konsisten memberikan dukungan bagi Palestina untuk mendapatkan hak-haknya.
Di kawasan kami sendiri, bersama negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia terus menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. 
Pada hari jadinya yang ke-53, 8 Agustus 2020 yang lalu, ASEAN kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Spirit kerja sama dan perdamaian inilah yang kemudian didorong Indonesia ke kawasan yang lebih luas, kawasan Indo Pasifik, melalui ASEAN Outlook on the Indo Pacific.

Yang Mulia,
Melihat situasi dunia saat ini, izinkan saya menyampaikan beberapa pemikiran.
Yang pertama, PBB harus senantiasa berbenah diri melakukan reformasi, revitalisasi, dan efisiensi. PBB harus dapat membuktikan bahwa multilateralism delivers, termasuk pada saat terjadinya krisis.
PBB harus lebih responsif dan efektif dalam menyelesaikan berbagai tantangan global.
PBB harus lebih responsif dan efektif dalam menyelesaikan berbagai tantangan global. Dan kita semua punya tanggung jawab untuk terus memperkuat PBB agar PBB tetap relevan dan semakin kontributif sejalan dengan tantangan zaman.
PBB bukanlah sekadar sebuah gedung di kota New York tetapi sebuah cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan bagi generasi penerus.
Indonesia memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan terhadap PBB dan multilateralisme. Multilateralisme adalah satu-satunya jalan yang dapat memberikan kesetaraan.
Kedua, collective global leadership harus diperkuat.
Kita paham bahwa dalam hubungan antarnegara, dalam hubungan internasional, setiap negara selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya.
Namun, jangan lupa kita semua memiliki tanggung jawab untuk kontribusi, menjadi bagian dari solusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan dunia.
Di sinilah dituntut peran PBB untuk memperkokoh collective global leadership.
Dunia membutuhkan spirit kolaborasi dan kepemimpinan global yang lebih kuat untuk mewujudkan dunia yang lebih baik.
Ketiga, kerja sama dalam penanganan Covid-19 harus kita perkuat, baik dari sisi kesehatan maupun dampak sosial ekonominya.
Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau.
Vaksin akan menjadi game changer dalam perang melawan pandemi. Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau.
Untuk jangka panjang, tata kelola ketahanan kesehatan dunia harus lebih diperkuat. Tatanan kesehatan .dunia yang berbasis pada ketahanan kesehatan nasional akan menjadi penentu masa depan dunia.
Dari sisi ekonomi, reaktivasi kegiatan ekonomi secara bertahap harus mulai dilakukan dengan melakukan koreksi terhadap kelemahan-kelemahan global supply chain yang ada saat ini.(*)

PT. Sinergi Mutiara Cemerlang Dan PT. Mitra Sari Makassar Ajukan Sejumlah Bukti Surat


Makassar Media Duta,- Sidang lanjutan yang melibatkan PT. Sinergi Mutiara Cemerlang dkk kembali dilanjutkan Kamis (24/9) di Pengadilan Negeri Makassar.
Tiba giliran pihak para tergugat untuk mengajukan bukti -bukti surat, sebagai upaya untuk menangkis gugatan penggugat Per. Bollo dan M. Kadir.M.

Dimana PT. Sinergi Mutiara Cemerlang yang diwakili Tim  kuasa hukumnya H.M. Jamil Misbach, SH MH dkk mengajukan tujuh buah alat bukti surat.
Diantaranya akta pelepasan nomor atas tanah nomor 104 tanggal 22 Juli 2013. Akta pelepasan nomor atas tanah nomor 142 tanggal 23 Juli 2014.
Dari sejumlah  alat bukti yang telah diajukan Tergugat IV. Tidak satupun alat bukti yang menyebut akta jual beli dari Penggugat Per. Bollo dan M. Kadir.M kepada Tergugat PT. Sinergi Mutiara Cemerlang (tergugat IV).

Demikian pula PT. Mitra Sari Makassar yang juga tarik masuk dalam perkara ini sebagai tergugat IV, juga mengajukan enam macam alat bukti,  sebagai dasar untuk menjawab alat yang diajukan pihak penggugat yang jumlahnya 29 alat bukti surat. 
Perbedaan jumlah yang jauh tidak seimbang dengan para penggugat ,  para tetap  tetap meyakini dengan alat buktinya kuat, karena dirinya sebagai pembeli yang baik atas tanah obyek sengketa.
 Karena tergugat membeli sesuai prosidur yang telah diatur menurut undang-undang.
Untuk membuktikan bahwa obyek sengketa diperoleh sesuai aturan yang benar. Maka tergugat mengajukan lima poin alat bukti surat.
Namun dari sejumlah alat bukti tersebut, sama sekali tidak ditemukan bukti surat akta jual antara tergugat IV dengan Para penggugat Bollo dan M. Kadir.M.

Sehingga Kuasa hukum penggugat yakin bahwa tergugat IV menguasai obyek sengketa secara melawan hukum.

Sebagaimana yang pernah dimuat di media online sebelumnya yang mengatakan,
Membeli tanah diperlukan kejelihan dan keahlian khusus, untuk menilai alat bukti hak atas tanah.
Sebab jika  tidak cermat menilai bukti kepemilikan hak atas tanah sesorang, bukan tidak mungkin dapat merugikan kedua belah pihak, baik pihak pembeli mapun pihak penjual.

Bahkan bisa melibatkan sejumlah pejabat yang terkait dalam hal penjualan.
Seperti halnya yang terjadi pada perkara pedata No.92/Pdt.G/2020/PN.Mks, antara Bollo dan M. Kadir.M ( penggugat) melawan 1. Sangkala (tegugat I) Rahimi Bin Jamaluddin (tergugat II),
3. PPAT Sementara camat Biringkanaya (tergugst III, 4. Kiplongan Akemah Direktur PT. Sinergi Mutiara Cemerlang ( Tergugat IV),
5. Summarecon Mutiara ( Tergugat V), 6. Harry Theo Sunandar (tergugat VI).7. Kepala kelurahan Bulurokeng (turut tergugat 1), 8. Kepala BPN ( turut tergugat ).
Ada kesan para tergugat tidak cermat dalam melakukan pembelian atas tanah obyek sengketa. Pasalnya Kadir M sama sekali tidak pernah mengakui dirinya bernama Sangkala.
Sebagaimana yang diuraikan dalam Eksepsi kuasa hukum PT. Mitra Sari Makassar (Tergugat IV) bahwa yang bernama Kadir M tersebut juga yang bernama Sangkala.
PT. Mitra Sari Makassar (Tergugat IV) diwakili kuasa hukumnya HM. Jamil Misbach, SH.MH, Marselus Hadu, SH dan Zun Nur Ain, SH Tetap yakin bahwa Kadir M juga yang bernama Sangkala.

Sementara Sangkala (tergugat I) dan Summarecon Mutiara ( Tergugat V tidak ada jawaban dan tidak pernah hadir dalam persidangan, meskipun telah dipanggil dengan patuh oleh Pengadilan.

Untuk mematahkan jawaban Tergugat IV maka penggugat mengajukan sejumlah bukti surat bahwa benar Kadir M bukanlah yang bernama Sangkala.

Dapat dibuktikan dengan KTP elektronik, kartu keluarga, Kutipan Akta Nikah, surat penghargaan atas pengabdian selama 20 pada PT. Katingan Timber Celebes serta bukti lainnya. Kesemuanya itu tidak satupun yang bernama Sangkala.
Setidaknya ada 29 alat bukti yang diajukan penggugat untuk menguatkan surat gugatan penggugat.
Diantaranya surat keterangan kewarisan tertanggal 19 Oktober 1988 yang menerangkan ahli waris alm Muri bin Makkedo: 
1. Sangkala bin Muri dan 2. Bollo binti Dolla yang telah dibenarkan oleh Lurah Bulurokeng adalah cacat formil karena Sangkala bukan ahli waris yang sah Moeri bin Makkedo.

Akta jual beli No.529/BK/PPAT-B/XI/97 tangal 11-11 1997 , juga dapat dinyatakan cacat formil karena Sangkala bin Muri salah satu penjual dalam ABJ yang bukan ahli waris yang sah dari Moeri Bin Makkedo.

Demikian pula H. A.Aziz Ramalang sama sekali tidak pernah menjabat sebagai PPAT Kecamatan Biringkanaya.
Sebagimana dalam uraian tuntutan penggugat sebelumnya mengatakan bahwa tergugat I sampai tergugat VI demikian pula turut tergugat I dan turut tergugat II, nyata- nyata telah melakukan
perbuatan melawan hukum.
Sehingga penggugat memohon kepada Majelis Hakim menghukum para tergugat untuk membayar ganti rugi kepada penggugat sebesar Rp 32 Milyar.

Selain itu juga para tergugat juga dituntut untuk membayar kerugian Immateriil sebesar Rp 100 Milyar.
Surat Gugatan Bollo dan Kadir M yang diwakili pengacaranya yang disewa dari Jakarta tersebut masing- masing Asep Y Hidayat, SH dan Irwan, SH semuanya Advocad.

Dalam surat gugatannya menjelaskan bahwa tanah seluas 13,700 M2 yang dikuasai tergugat IV, tergugat V dan Tergugat VI, yang memperoleh obyek sengketa dengan cara melawan hukum. Karena penggugat sama sekali belum pernah menjual kepada para tergugat.
Bahwa tergugat VI menguasai sebagian obyek sengketa seluas 7.750 M2 . Dimana tanah yang atasnama Moeri dengan Persil 4 DVV Blok 127, Kohir 85 CI dengan batas batas-batas yang sudah diuraikan dalam surat gugatan
dengan sangat jelas.
Turut tergugat I yang ikut merugikan penggugat karena mengeluarkan syarat administrasi untuk peralihan hak atas ‘’ obyek sengketa’’ seluas 13,700 M2 milik penggugat kepada Tergugat I, padahal penggugat sama sekali belum pernah menjual kepada pihak siapapun juga.(*)


23 September 2020

Yang Digugat Tanah Hermansyah Tapi Yang Ditunjuk Penggugat Tanah Baso Dg. Nyomba


Maros Media Duta,- Sidang pemeriksaan saksi tiba giliran pihak tergugat  mendatangkan saksinya, Selasa (22/9) di Pengadilan Negeri Maros.
Menurut Saksi H. Dg. Ngalle  Penggugat salah menunjuk obyek sengketa kepada Majelis hakim, karena bukan tanah tergugat satu yang ditunjuk saat pemeriksaan setempat melainkan tanah milik Baso Dg Nyomba dan tanah Andi Samsan Nganro pak hakim.
Tanah Hermansyah  ada dibagian selatan tanah Baso Dg Nyomba, dia hanya berbatasan pak hakim.
Demikian antara lain penjelasan  saksi H. Dg. Ngalle Ketua Majelis Hakim Jusdi Purmawan, SH.MH  dalam  perkara perdata Nomor 25/Pdt.G/2020/PN.Mars.

Saksi  H. Dg Ngalle dan Muhammad Dg. Lallo. Masing- menjelaskan  bahwa Kampung Tamutamu Dg Kampung Tompo Balang berbeda tempat.

Kampung Tammutammu tanahnya berbukit sedang tanah Kampung Tompobalang keadaan tanahnya datar. Demikian pula Kepala Dusunnya juga berbeda orangnya.

Selanjutnya saksi  menambah bahwa  surat sertifikat tergugat I (Hermansyah) objeknya di Eilayah Tompobalang, kalau sertifikat penggugat (Ny Martha Kara) tertulis lokasinya di Tamutamu jelas H.Dg. Ngalle.

 Saksi H Dg Ngalle dan saksi Muhammad Dg Lallo juga menyampaikan bahwa pada waktu PS ( pemeriksaan Setempat) obyek sengkets pada hari Jumat tgl 11-9-2020 kuasa hukum penggugat (Lethe lebang SH ) juga salah menunjuk objek sengketa.

Karena lokasi yang ditunjuk sebagai objek sengketa oleh pihak penggugat adalah lokasi milik Baso Nyomba, Niga Patola dan lokasi milik Andi Samsan Nganro, bukan lokasi Tergugat I (Hermansyah).

Dimana tanah Hermsnsyah berada di sebelah selatan tanah Baso Nyomba. Tanah Hermansyah yang dituntut penggugat luput dari  pemeriksaan majelis hakim  hingga Pelaksanaan Kegiatan PS ditutup oleh ketua majelis.

 Saksi menjelaskan bahwa benar memang ada tanah di Tamutamu perna dibagi bagi oleh orang pendatang, tetapi di Kampung Tompo Balang tidak perna ada tanah dibagi bagi jelas saksi meyakinkan.(*)

21 September 2020

Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi Positif Covid- 19


Jakarta Media Duta.com, – Bahaya virus corona atau COVID-19 masih terus menghantui masyarakat Indonesia. 
Ditengah konsentrasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) berupaya memotong penyebaran mata rantai COVID-19, justru wabah berbahaya itu kembali mensasar keluarga besar TNI.

Kabar terbaru datang dari keluarga besar TNI, virus asal Wuhan, China, yaitu COVID-19 telah menginfeksi mantan Wakil Panglima TNI era Gusdur, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi.

Iya, kabar positifnya Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi itu telah membuat kaget masyarakat Indonesia.
 Pasalnya, informasi itu juga sekaligus memberi catatan sejarah baru di internal keluarga besar TNI, setelah TNI AD berhasil memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
 di SECAPA TNI AD yang menjalar ke ratusan siswa calon perwira dan pelatih TNI AD beberapa waktu lalu.
 Fachrul Razi adalah jenderal TNI bintang empat di Indonesia yang pertama kali terinfeksi virus COVID-19 yang kini tengah menjadi perhatian seluruh dunia itu.

"Pada 17 September, Menag melakukan tes swab dan hasilnya positif. Namun, alhamdulillah kondisi fisik beliau hingga saat ini terpantau baik, tidak ada gejala-gejala mengkhawatirkan. 
Mohon doa agar beliau bisa lekas sembuh sehingga beliau dapat menjalankan tugas-tugasnya kembali," kata Staf Khusus Menteri Agama Kevin Haikal melalui keterangan resminya, Senin, 21 September 2020.

Sebagaimana diketahui, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi merupakan salah satu tokoh militer atau petinggi TNI AD yang saat ini masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan Joko Widodo-KH.Ma'ruf Amin.
 Fachrul Razi adalah tokoh militer ketiga sepanjang sejarah dari kalangan militer yang dipercaya menduduki jabatan Menag RI. 

Pertama, pada tahun 1978-1983, Letjen TNI (Purn) Alamsjah Ratoe Perwiranegara, kedua pada tahun 1993-1998, tokoh militer yang menjabat Menag RI dari Matra AL, yaitu Laksda (Purn) Tarmizi Taher.

Fachrul Razi juga menjadi orang dengan pangkat militer tertinggi yang pernah memangku jabatan ini.

Putra daerah kelahiran Minangkabau 73 tahun silam itu juga tercatat pernah menjabat sebagai komandan Kontingen Garuda IX/2 yang ditugaskan di Irak di bawah misi UNIIMOG.
Kemudian, pada tahun 1996-1997 dia dipercaya menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer, kemudian pada tahun 1999.

Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur mengangkat Jenderal TNI Fachrul Razi sebagai Wakil Panglima TNI mendampingi Widodo A.S. 

Namun, posisi jabatan Wakil Panglima TNI pada tahun 2000 kembali dihapus oleh Presiden Gusdur, dan Fachrul Razi dicopot dari jabatan itu hingga masa pensiunnya.(*).

19 September 2020

Gubernur Sulsel Ditagih Janji Buka Dialog Terbuka Dengan Para Nelayan P. Kodingareng


Makassar Media Duta.com, – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Sulawesi Selatan menyatakan telah menyelesaikan hasil kajian terkait dampak buruk tambang pasir laut terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat di Pulau Kodingareng.

Organisasi lingkungan ini juga menagih janji Gubernur untuk berdialog dengan masyarakat ketika pihaknya telah menyelesaikan kajian terkait daya rusak tambang pasir laut terhadap nelayan dan masyarakat .

Menurut Ketua Tim Kajian WALHI Sulsel, Slamet Riadi, kajian ini dibuat untuk menjawab tantangan Gubernur dan menunjukan ke publik.
Tentang bagaimana aktivitas tambang pasir laut di wilayah tangkap nelayan benar-benar memberi dampak serius bagi masyarakat, terutama perempuan di Pulau Kodingareng.

“Sekarang kami telah menyelesaikan kajian ini, oleh karena itu kami pun meminta Gubernur Sulsel memenuhi janjinya untuk berdialog dengan para nelayan dan perempuan yang menolak tambang pasir laut PT Boskalis,” tambahnya. Jumat, (18/9/2020).

Kemudian, Riadi juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang telah mengkaji dokumen lingkungan perusahan pemilik konsesi, dalam dokumen tersebut dirinya melihat banyak dampak-dampak yang terjadi namun tidak dijelaskan di dokumen lingkungan tersebut.

Kemudian terkait dengan hasil kajian perizinan yang dilakukan oleh Jatam dan Koalisi Selamatkan Laut Indonesia, Riadi menyebut bahwa kajian tersebut merupakan temuan penting yang perlu ditindak lanjuti, terutama bagi penegak hukum.

Diketahui bahwa selama ini, selalu saja nelayan yang disoroti dan dikrimialisasi. Saatnya penegak hukum juga menindak pelanggaran perizinan yang terjadi pada proyek tambang pasir laut.

“Dari kajian awal teman-teman koalisi, sangat jelas adanya dugaan tindak pidana korupsi dan monopoli usaha.
Artinya Boskalis selama ini menambang di konsesi yang diduga melawan hukum,” tutupnya. (*).

Pencuri di RS. Maryam Takalar Terekam CCTV di Tangkap Polisi


Takalar Media Duta.com,- Unit Reskrim Polsek Pattallassang Kabupaten Takalar berhasil menangkap pelaku pencurian di Rumah Sakit (RS) Maryam Kabupaten Takalar.
Pelaku dilaporkan bernama Muh Iqbal (28), warga Jl Tanggul Patompo, Kota Makassar. Ia ditangkap pada Jumat (18/9/2020) malam.
Penangkapan Muh Iqbal dibantu oleh Unit Resmob Polda Sulsel, setelah dilakukan pengembangan berdasarkan hasil rekaman kamera pengawas (CCTV) RS Maryam.
Kasi Humas Polsek Pattallassang Aipda Aswan mengatakan pelaku ditangkap berdasarkan laporan polisi kasus pencurian di RS Maryam Takalar.
"Pelaku mencuri tas milik penjaga pasien," kata Aipda Aswan kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).
Aswan menambahkan, pelaku berhasil diamankan saat sedang asyik nongkrong di depan lorong rumahnya di Jalan Tanggul Patompo, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
"Pelaku diketahui berdasarkan ciri-ciri dari rekaman CCTV RS Maryam. Dibekuk Sementara nongkrong di depan lorongnya Kamis malam," ucapnya.
Muh Iqbal juga merupakan seorang resedivis kasus Curanmor.
Bahkan, kata Aswan, pelaku juga pernah diproses hukum di wilayah hukum Polsek Pattallassang, Polres Takalar dan sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Pelaku selama ini sudah jadi DPO Polsek Pattallassang dan sebelumnya tahun 2018 pernah menjalani proses hukum di Polsek Pattallassang dalam perkara Curanmor," pungkasnya.
Saat diamankan pelaku juga membawa sebuah senjata tajam (Sajam) jenis Badik.
Pelaku kini dibawa ke Mapolres Takalar, dimana sebelumnya dibawa ke Markas Resmob Polres Sulsel Jalan Hertasning, Kota Makassar, guna penyelidikan lebih lanjut.(Ari Maryadi)


Ketua KPU Pusat Arief Budiman Dan Ketua KPU Sulsel Faisal Amir Positif Corona


Makassar Media Duta.com,- Sebelum Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, ia sempat berada dalam satu kendaraan yang sama dengan Ketua KPU Sulawesi Selatan (Sulsel) Faisal Amir saat berada di Makassar, Sulawesi Selatan.

Hal itu diungkapkan oleh Komisioner KPU Viryan Azis dalam sebuah diskusi daring yang digelar Sabtu (19/9/2020).

"Dimungkinkan terjadi (penularan) karena mas Arief dan ketua KPU Sulsel satu mobil pada saat di Makassar," kata Viryan.

Kendati begitu, Viryan mengatakan, soal siapa yang menjadi sumber penularan pertama itu yang masih ditelusuri. Pasalnya Ketua KPU Sulsel Faisal Amir dikabarkan positif juga usai Arief dinyatakan terinfeksi.

"Apakah dari pak Arief kepada pak Faisal atau pak Faisal ke pak Arief," ungkapnya.

Sementara itu, Viryan mengatakan, seluruh kegiatan yang dilakukan komisioner KPU dilakukan dengan protokol kesehatan. Minimal menurutnya selalu menjalani rapid tes.
"Ya karena protokol kesehatan kami ketat misalnya untuk kegiatan-kegiatan tertentu selalu dilakukan minimal rapid test," tuturnya.

Diketahui, Selasa (15/9/2020) Faisal Amir bertemu dengan Ketua KPU RI Arief Budiman di Makassar, dalam rangka pertemuan bersama komisioner KPU Sulsel.

Tidak hanya di kantor KPU, Arief Budiman juga berkunjung ke Universitas Hasanuddin Makassar.

Ketika kembali ke Jakarta, Arief Budiman menyatakan bahwa dirinya telah terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes swab yang dia jalani, (17/9/2020). (*).

MEDIA DUTA ONLINE (KAMI ADA KARENA ANDA) SIUPP : 993/SK/MENPEN/1999,tgl 16 Februari 1999

Ir.Baso Ampa Alang Hampir Dua Tahun Jadi Buronan Polres Wajo Sulsel

Ir . Baso Ampa Alang Wajo Media Duta.com -Buronan Polres Wajo tersangka Ir. Baso Ampa Alang kini hampir    dua tahun belum ada titik ter...

Alamat Redaksi : Jalan Ammana Gappa No.34 Kota Makassar Propinsi Sulawesi Selatan,Cp.0853 3624 4337