Makassar Media Duta,- Paska pembagian Bibit jagung di Kabupaten Takalar menibulkan riak dan kegaduhan pada Petani, mereka menyesalkan Bibit bantuan pemerintah tidak sesuai dengan harapan petani.
Sudah ada pengalaman, tahun lalu yang dirugikan petani, Gagal Tumbuh dan Gagal Panen yang dirasakan petani Karena menggunakan Bibit bantuan pemerintah yang diragukan tidak berkwalitas. Saat ini petani kembali diberikan bantuan Bibit yang hanya capnya berbeda tapi kwalitasnya sama.
‘’ Buat apa memberikan bantuan bibit jika hanya merugikan petani dan tentunya merugikan Negara..? Apa lagi musim ketiga ini pasti nanti pada saat jagung berbuah akan turun hujan. Saya hawatir kasus tahun lalu kembali terulang, jagung itu bertunas diatas pohonnya dan pasti petani akan kembali rugi.
Karena itu kami pastikan tidak akan menanam Bibit bantuan ini ungkap Daeng Rate salah satu kelompok Tani, usai rapat dengan beberapa kelompok Koordinator Koalisi Kelompok Tani Takalar (KOTAK) .
Helmi Irawan,dr, S.Pd,M.Si menegaskan "Kami Para Kelompok tani telah menjalin komunikasi membahas bantuan Bibit ini yang kami anggap hanya akan merugikan petani dan tentunya Merugikan Negara Coba kita berfikir ratusan milyar dikucurkan untuk pengadaan bibit.
Tetapi bibit itu tidak ditanam petani itukan merugikan Negara dan kami sepakat untuk melakukan Protes ataupun aksi di Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan dan mengembalikan bantuan bibit tersebut dan kami sedang melakukan komunikasi dengan teman-teman kelompok Tani dari kabupaten lain termasuk gowa dan Jeneponto.(*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar