
Makassar Media Duta.com,– Rekam jejak buruk Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tana Toraja, Jefri Penanging Makapedua dengan mantan tunangannya terbongkar. Diketahui, Jefri telah menikah dengan janda muda di Toraja bernama Mira Bangalino, yang baru saja dilantik jadi Kadis Sosial Toraja Utara.
Seorang wanita cantik bernama Romauli Sihombing yang akrab disapa Uli mengaku sering ditiduri setelah bertunangan dengan Jefri yang sudah tinggal serumah di Makassar layaknya suami-istri.
Wanita asal Medan ini menceritakan hubungannya dengan Kajari Tator yang awalnya diajak berjumpa untuk pertama kalinya sepulang ibadah di Penviile Jakarta pada Januari 2018 lalu.
“Saya pada saat itu bekerja di bank swasta di Jakarta. Hubungan kami lanjut ke lebih serius lagi, dan Jefri sudah melamar saya ke Medan dan menyatakan kepada kedua orang tua saya dan keluarga saya bahwa saya akan dinikahi secepatnya,” cerita Uli yang ditemui wartawan Jumat, 10 Januari 2020.
Uli melanjutkan, bahwa Jefri telah berjanji akan menikahinya, namun janji manis itu tidak ditepati. “Rencana pernikahan kami di dua tempat yaitu di Tana Toraja dan Manado, dan 10 tiket pesawat untuk keluarga besar saya yang akan menghadiri acara pesta dan resepsi kami,” katanya dengan mata berkaca- kaca.
Tak hanya janji pernikahan, Uli juga dijanji untuk disekolahkan menjadi notaris dan melanjutkan kuliah
S2. “Karena saya bercerita dengan dia bahwa saya ingin sekali melanjutkan sekolah S2 dan dia berjanji memenuhi impian saya tersebut. Tapi tidak ada satupun janji manisnya ditepati,” kata Uli yang tak kuasa menahan tangis.
Jefri juga berjanji kepada Tuhan bahwa tidak ada wanita lain di dalam hatinya selain Uli yang sudah
menjadi tunangannya kala itu.
“Selain janji-janji manisnya, itu sering diucapkan saat mau meniduri saya. Sehingga saya mau menerima ajakan hubungan layaknya suami-istri padahal kami belum menikah,” beber Uli. Kebersamaan Kajari Tator Jefri.Wanita dengan gaya rambut berponi ini sangat kecewa dan sedih diputuskan Jefri secara kejam.
“Dia meminta saya pulang ke tempat keluarga saya dan tak perlu lagi kembali ke Makassar. Saya dan keluarga besar tidak bisa menahan malu dan sakit yang luar biasa,” katanya dengan nada sedih.
Nasib wanita kelahiran 14 Oktober 1986 ini sungguh malang. Ia rela keluar/resign dari bank tempatnya bekerja di Jakarta, karena ingin fokus mempersiapkan pernikahannya dengan Jefri.
“Waktu dia datang melamar di Medan membawa keluargnya menemui orang tua saya, dia menyampaikan tidak ingin menikah secara Adat Batak, harus pernikahan nasional,”
“Dua hari di Medan, hari pertama lamaran di rumah orang tua saya secara sederhana. Hari kedua, ziarah ke Makam keluarga besar Sihombing dan disambut petuah adat besar,” jelas Uli.
Pada pelantikan Jefri Penanging Makapedua sebagai Kajarai Tana Toraja, 24 Maret 2018 lalu, Romauli Sihombing alias Uli hadir mendampingi sebagai tunangannya. Dan saat itu, Jefri sudah berstatus duda (cerai hidup).
“Di Toraja waktu saya hadir mendampingi di pelantikannya, disitu kami berhubungan layaknya suami-istri lagi di Toraja Heritage Hotel,”
“Setelah pelantikannya sebagai Kajari Tana Toraja, dia melamar saya ke Medan pada April 2018. Dan Mei kami sudah hidup satu rumah di Makassar. Kemudian Juni saya dipulang ke Jakarta dengan cara menipu menyuruh saya untuk berlibur, dan di bandara masih sempat lagi berhubungan intim. Tapi setelah itu nomor handphone saya diblokir. Sejak itu, komunikasi kami terputus sampai sekarang,” ungkapnya.
Wanita lulusan sarjana hukum Universitas Sumatra Utara (USU) ini sekian lama tinggal bertahan di Makassar dan tidak pernah lagi pulang ke Medan bertemu orang tuanya karena tak kuasa menahan malu yang luar biasa.
Tak jarang ia menangis selalu dihantui dengan masa lalunya yang hancur karena dikhianati laki-laki yang sudah dipercaya akan menikahinya.
“Sampai sekarang saya susah tidur, saya kangen pulang ke Medan, kangen dengan mama dan papa saya serta saudara. Saya malu sekali pulang. Tapi ssaya bertekad menyelesaikan kuliah S2 saya di Makassar untuk mewujudkan cita-cita saya sebagai notaris,” katanya sambil mengusap air matanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kajari Tana Toraja Jefri Penanging Makapedua masih bungkam. PedomanSulsel beberapa kali berusaha menghubungi, tapi tak digubris sama sekali.
Ia memang sebelumnya telah memblokir kontak wartawan yang ingin meminta konfirmasi terkait penanganan beberapa kasus korupsi yang mandek di Kejari Tana Toraja, Salah satunya kasus dugaan korupsi dana SIAK yang diduga melibatkan Bupati Tana Toraja. (red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar